Manusia Baik
Hai, Manusia baik! Bagaimana
kabarmu?
Semoga sedang tenang dengan
semua yang berlalu, ya!
Tulisan kali ini, berisi ucapan terima kasih untuk kalian semua yang mulai berusaha mengerti bahwa hidup itu tidak harus selamanya berwarna putih.
Tulisan ini juga datang sebagai sebuah usaha untuk memberikan sedikit ruang, pada jiwamu yang selalu berhenti pada kata untuk tetap tenang.
Pun tulisan ini datang, sebagai sebuah pengenalan rasa, pada jiwamu yang selalu merindukan sebuah asa.
Hi, Manusia baik,
Terima kasih, sudah membatasi dirimu dengan tidak selalu melihat batas semu
yang hanya berujung pilu, kamu tetap baik.
Terima kasih, sudah menutup
segala pintu yang hanya membuatmu bertemu pada arah yang tak menentu, kamu
tetap baik.
Terima kasih, sudah tidak lagi
bersembunyi dari "Biar aku saja" dan kembali menjadi "°Tempatku
bukanlah di sana" , kamu tetap baik.
Hi, Manusia baik,
memang, sih, akan selalu ada yang tidak setuju dan memprotes segalanya padamu.
Namun, bukankah mereka sudah menikmati kebaikan yang menguntungkan diri mereka
kemarin lalu?
Bukankah sudah cukup,
keegoisan yang seharusnya ada di dalam dirimu pergi berkelana pada kehidupan
yang fana?
Sudah, saat ini tidak apa-apa
menyatakan bahwa Dunia begitu jahat, dan hidupmu terlalu banyak sekat.
Manusia baik, ingat, ya!
Kamu hanya perlu baik untuk
dirimu, duniamu, dan semua mimpimu.
Kamu hanya perlu pengakuan
untuk dirimu, duniamu, dan semua mimpimu.
Kamu hanya perlu tetap ada untuk
dirimu, duniamu, dan semua mimpimu.
Jangan menyerah.
Setidaknya ingat, lah, Dunia
masih belum lelah pada kamu si Baik yang terlalu sulit untuk patah dan terbelah.



Comments
Post a Comment