Alasanku Menulis
Hai, everyone!
Sebelum memulai isi blog ini, kalian pasti pernah, kan, menyukai suatu kegiatan atau hal yang biasa kita ketahui dengan hobby? Pernah, gak, kalian mempertanyakan beberapa hal seperti "Gue seneng banget, deh, ngelakuin ini. Tapi kenapa, ya?"
Atau kalian sekadar, "Yaudah, gue cuma suka ini karna buat gue seneng."
Kalau kalian merasakan kedua hal tersebut, Aku pun sama hal nya dengan itu. Menulis hanya sekadar membuatku senang, tapi terkadang juga membuatku bertanya "Kenapa, ya, gue suka nulis?"
Setelah beberapa blog yang sudah dipublish beberapa waktu belakangan, Aku menyadari bahwa alasanku menulis tidak berhenti pada titik itu. Ku coba menjabarkannya kali ini... So, here we go!
Alasan utamaku menulis sebenarnya sudah beberapa kali ku ungkapkan pada blog sebelumnya, se-sederhana ingin menuangkan hal yang tidak bisa ku ungkapkan pada dunia nyata. Namun, kini Aku menemukan lagi sebagian diriku yang mengatakan bahwa alasanku menulis juga ingin didengar dan dirasakan.
"Loh, kok pamrih?"
Noo, bukan tertuju pada hal itu. Maksudku, terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa dengan jelas kita ungkapkan kepada orang lain, kan? Semisalnya bisa, apakah semua perkataan itu jujur? Dalam diriku, tidak bisa.
Tentu saja menulis adalah jalan ninjaku!
Dalam menulis, Aku bisa jujur tentang perasaan yang Aku rasakan dalam kenyataan yang tidak bisa Aku paksakan.
Aku ingin merasa didengar sebagai kisah yang sudah melalui beberapa titik dalam kehidupan. Ingin merasa didengar sebagai kisah yang mungkin dibungkam oleh fakta bahwa Aku tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi dengan menulis, Aku menemukan jalan dengan leluasa. Dan terbukti, Aku merasakan itu hanya karena melihat jumlah pembaca pada blogku!
"Memangnya Kamu tidak takut jika tulisanmu dibaca banyak orang? Kisahmu diketahui oleh orang yang tidak kamu kenal? " pertanyaan ini pernah mencegahku untuk tidak memulai kegiatan blogging ini, dan menemukan jawabannya pun tidak semudah mengatakan,"Ah, bodoamat! Terserah, dong."
Dan karena pertanyaan tersebut itulah, lagi-lagi aku menemukan alasanku untuk menulis, aku ingin pertanyaan itu tidak muncul dalam setiap isi blogku.
Lengkapnya, Aku juga ingin merasa bebas untuk didengarkan dan diperdulikan.
Percayalah, semua alasanku diatas tidaklah mudah untuk dijalankan juga, tetapi perjalanan itulah yang membuatku selalu ingin menulis-menulis-menulis dan menulis lagi.
Kini Aku ingin menjalankan hidupku dengan bahagia, dan semua alasanku menulis membuatku (merasa) bahagia, terlebih semua tulisanku didukung oleh orang-orang terdekatku.
Aku ingin menjalankan hidupku dengan peringatan dan tujuan :
"Hey, jangan malas! Kemarin kamu mendapatkan 50 views untuk blogmu, tidak menutup kemungkinan bahwa pembacamu akan melebihi itu. Berusaha terus, ya?"
Teruntuk kalian yang ingin memulai mengungkapkan isi hati melalui tulisan, coba, deh, perlahan temukan alasan utamanya lalu setelah jauh melangkah, kalian pasti akan menemukan lagi beberapa alasan untuk selalu dekat dengan menulis. Oh,ya! Ini juga berlaku untuk setiap kegiatan yang kalian ingin lakukan, pelan-pelan saja, ya! Memangnya kalian tidak ingin memberikan ruang bagi diri kalian untuk bebas melakukan hal yang Ia inginkan? Kalian boleh, loh, memberikan privilege untuk dirimu. Iya, se-simple itu. Coba, deh!
See you on "I did it!" 😉
Love,
52hz


Comments
Post a Comment