Alasan
Hi, there!
Pernah ga, sih, kalian sudah lelah untuk meyakinkan diri kalian sendiri untuk bertahan? Lelah karna memberanikan diri untuk terus maju kedepan? Gimana? Sudah sejauh mana? Sadar, gak, kalo kalian sudah berlari sangat jauh karena itu?
Rasanya tidak akan adil, jika hidup ini selalu tentang membandingkan apa yang kita punya dengan apa yang orang lain punya. Tetapi, bagaimana dengan perasaan yang memang muncul karena tidak sempat memiliki atau merasakan hal yang orang lain rasakan? Apa kita tidak boleh menuangkannya? Tidak boleh menyatakannya pada dunia bahwa memang terasa tidak menyenangkan melihat diri sendiri selalu terbenam pada rasa yang mengecewakan?
Boleh, kamu boleh dan berhak.
Singkatnya, luapkan semua itu untuk dirimu sendiri.
Lagi-lagi tentang diri sendiri, ya? Ya, memang. Karna ini hidupmu. Maksudku, bukan selalu menyendiri lagi untuk memprotes keadaan yang tidak berjalan lancar ini, tetapi kamu berhak menyampaikan emosi yang ada di dalam dada mu itu. Emosi ada untuk dikeluarkan, bukan untuk dipertahankan. Sampaikanlah pada orang yang kamu percayai tidak akan membuat emosi mu tinggal begitu lama.
Jika kau tanya padaku, "Apakah kamu sudah merasa menemukan tempatmu?"
Jawabanku, "Belum, masih berusaha."
Lalu mengapa Aku bisa mengatakan hal ini?
Karena Aku ingin meyakinkan kalian, bahwa lebih baik mencari tempat itu untuk waktu yang lama, daripada harus memberikan emosimu tempat pada ragamu yang sudah tidak baik-baik saja.
Aku yakin, bahwa semua hal yang kita jalani akan berperan dalam kehidupan dan emosi kita. Garis itu tidak tercipta hanya berupa lurus dan melengkung, ada banyak bentuk yang dapat hadir dalam sebuah garis yang akan tercipta oleh diri kita sendiri.
Sekali lagi ku tekankan, bahwa kamu akan selamanya menjadi dirimu.
Temukan alasanmu untuk bertahan, dan temukan alasanmu untuk selalu berjalan. Sampai kamu tidak menyadari, bahwa kamulah alasan bagi jiwamu sendiri.
Love,
52Hz


Comments
Post a Comment