Aku Sembuh
Pada malam yang selalu kutanyakan, bagaimana Aku harus bertahan? Pada akhirnya, Aku akan menemukan sedikit demi sedikit jalan untuk menemukan jawaban.
Hai!
Ini tulisanku setelah beberapa pekan yang menyedihkan. Hmm, meskipun Aku tau, bahwa akan masih banyak hal yang membuatku merasa lebih menyedihkan, Tapi Aku melewatinya dan sampai pada titik ini, hari ini.
Titik dimana Aku merasa telah sembuh dari semua pertanyaan yang memaksaku untuk bersandiwara pada keadaan. Titik dimana Aku merasa takut untuk mengeluarkan apa yang ada dibenaku, apa yang Aku ingin dari orang-orang sekitarku.
Aku tahu sekarang, bahwa semua perasaan yang Aku lalui di hidup ini memang terkadang membutuhkan perhatian lebih untuk segera diluapkan. Bukan untuk memaksakan keadaan atau memaksakan perasaan ini untuk diterima, sama sekali bukan. Tetapi.. hanya saja Aku harus menyediakan wadah untuk memapah.
Satu hal yang Aku dapati, dari proses menyedihkan belakangan ini
"Tidak ada salahnya untuk mengejar impian atau memegang prinsip dirimu sendiri dan menunjukannya pada dunia.
Tetapi jika semua hasil yang Kau dapati tidak setuju dengan semua rencanamu, jangan lah menyalahkan dirimu sendiri.
Dan seperti halnya Kamu yang tidak boleh menyalahkan dirimu, Kamu pun tidak berhak menyalahkan orang lain atas apa yang mereka tidak bisa lakukan untuk mu.
Bukan salahmu, bukan salah mereka. Hanya saja kamu butuh untuk berhenti sejenak dan memutar arah ke jalan yang lain. Meskipun tidak pasti akan lebih memudahkan, setidaknya jangan pernah berhenti untuk mencari arah untuk dirimu sendiri, tanpa harus saling menyakiti"
Aku sembuh untuk temanku, untuk orang di sekelilingku. Terlebih, untuk diriku sendiri.
Aku sembuh karena memaafkan mereka dan memaafkan keadaan di sekelilingku.
Terlebih, memaafkan diriku sendiri.
Aku sembuh karena Aku yakin dengan teman-temanku, Aku yakin dengan keadaan di sekelilingku.
Terlebih, Aku yakin dengan diriku sendiri.
Love,
52Hz


Comments
Post a Comment