Untuk 11 hari tanpa temanku.



Haii, Annyeong.

Maaf, lagi-lagi baru sempat untuk melakukan hal ini.

Seperti judul dari tulisan ini, Ini adalah hari ke-11 Aku tidak terasa dekat dengan kalian. Tak apa, Sekarang ini justru terasa dekat karena Aku menuliskan ceritaku disini kepada kalian, yang mungkin akan kalian baca beberapa hari bahkan bulan kemudian.

Ini adalah tulisanku yang pertama tentang kalian. Hmm lebih tepatnya adalah perasaan hatiku yang tidak bisa Aku ungkapkan sampai detik ini kepada kalian, Akan Aku jelaskan disini. Semoga tidak bosan, hehe.

03 Juni 2020…

Adalah waktu dimana sebuah rasa aneh yang mendadak muncul didalam diriku.

365 hari dalam setahun, Entah apa yang Aku rasa, Aku hanya ingin menjadi special pada satu hari itu.

Pada hari kelahiranku, dimana beberapa puluh tahun yang lalu, Ada yang bahagia ketika ku membuka mata di dunia untuk pertama kalinya. Aku ingin merasakan momen itu, dimana saat Aku membuka mata, Ada yang berbeda dari rutinitasku selama setahun itu.

Bukan hadiah besar, atau kue ulang tahun dengan lilin yang sudah menyala diatasnya, sama sekali bukan.

“Selamat bertambah usia”

“Terima kasih, sudah menjadi hebat”

“Terima kasih, sudah menjadi kuat”

“Terima kasih, karena ada”

Mungkin beberapa kalimat di atas adalah kalimat yang Aku harapkan bergemuruh di dalam ponselku pagi atau bahkan siang di hari itu. Tetapi, Aku tidak mendapati itu dari kalian.

Kecewa, marah, kesal, sedih, merasa tidak ada yang menyanyangi, adalah beberapa emosi yang Aku rasakan saat itu. Meskipun Aku masih berfikir positif “Mungkin mereka sibuk, Yasudah ku tunggu” tetapi nyatanya, alasan yang ku terima lebih menyakitkan daripada kata sibuk.

Saat itu, Aku belajar, bahwa semua tidak harus sesuai dengan keinginanku.

Tapi apakah kalian tahu? Bahwa sisi Egoku kemudian muncul dan bertanya pada diriku sendiri :

“Hey, Jika kecewa, silahkan. Tidak perlu kamu tahan.”

“Sakit, ya, rasanya? Katakan.”

“Memangnya kamu tidak boleh marah akan mereka? Boleh, kok.”

“Memangnya kenapa kamu tidak boleh marah dan kecewa? Kamu hanya meminta satu hari mereka untuk mengingatmui, mengucapkan hal baik untuk mu, membuat hatimu merasa dicintai dan dikasihi. Tak apa untuk egois sekali ini, Kamu perlu mengeluarkannya”

Untuk kalian… Maaf, Tapi semua pikiran itu yang membawaku pada sikap menjengkelkan 03 Juni kemarin. Aku berusaha untuk menahannya dan membuat suasana menjadi terlihat  baik-baik saja. Tetapi apa yang Aku dapat? Sepertinya kalian malah terlihat kesal dan enggan menanggapiku kembali.

Aku ingin kalian tahu semua perasaanku hari itu, tetapi ada bagian diriku yang mengatakan kalian tidak harus menerimanya, Diriku sendiri yang harus menerima konsekuensi dari semua pengharapan yang ku buat sendiri.

Maaf, jika sampai saat ini Aku bukanlah orang yang kalian kenal sebelumnya.

Mungkin kalian pun menyadari, bahwa Aku sedikit tidak terlihat di media social kalian. Ya, benar. Aku menyembunyikan aktifitasku kepada kalian. Bukan untuk diriku, melainkan untuk kalian, agar kalian tidak kesal melihatku yang seolah baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa. Percayalah, Aku merindukan kalian, tetapi Aku tidak ingin menjadi seseorang yang membuat kalian kesal akan ku.

Aku ingin dicintai untuk satu hari, Aku ingin terlihat cantik untuk satu hari, Aku ingin merasa lebih kuat untuk satu hari. Dan maaf, karena keinginan satu hari ku membuat kita menjadi manusia yang terasa asing.

Aku tidak baik-baik saja, sampai hari ini.

Tapi Aku berusaha memaafkan diriku sendiri yang membuat ini semua terjadi, itu juga sebabnya Aku tidak mengirim satu pesan pun kepada kalian. Satu hal yang pasti, Aku tidak memaksa kalian untuk tetap tinggal. Jika terasa begitu membebankan, Aku bahagia atas semua keputusan kalian.

Mungkin hari ini cukup, Akan ku buat lagi ceritaku lain hari.

Aku berharap, kalian baik-baik saja sampai hari ini.

 

Love, 

52hz


Comments

Post a Comment

Popular Posts