Hari ke-24 dan 25
Annyeong...
Hai
Malam ini adalah
tulisanku tentang hari ke-24 dan 25.
Bagaimana,
kalian? Ku harap semua berjalan sesuai dengan arah hati kalian.
Aku senang,
sejak kemarin malam, Aku sudah memberanikan diri untuk melihat semua aktifitas
si Botol Merah dengan perasaan yang tidak lagi menakutkan. Aku berharap rasa
ini tidak akan berubah dan akan membaik sejalan dengan waktu berlalu.
Aku juga
senang, melihat aktifitas Pemilik hewan yang malas memakai sepatu di Twitter.
Sepertinya tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi, Syukurlah.
Aku hanya kurang melihat aktifitas Penyetok Hagen Dazs. Mungkin karna Aku memang tidak terlalu sering membuka main account, Sehingga tidak melihatmu muncul dalam waktu yang dekat ini.
Huuuuh…
Nafasku semakin
berat, walaupun setiap hari Aku harus mengelabuhinya dengan perasaan yang ku
palsukan. Mungkin Ia tahu, bahwa semua memang terlihat berat seberapa besarpun
semua usahaku untuk menutupinya.
Malam ini,
berbahagialah kalian.
Meski Aku
bukanlah alasan mengapa kalian bahagia, Aku sudah bahagia melihat sepintas
aktifitas kalian yang baik-baik saja itu.
Hai, kalian..
Sejujurnya,
Aku sedang kecewa dengan dunia sekitarku.
Bukan dengan
kalian saja Aku tidak berbicara, tetapi dengan adikku juga. Sudah 8 hari tidak
ada percakapan sedikitpun diantara kami, hehe, iyaa, memang Aku yang
menyebalkan.
Tapi sama
dengan apa yang Aku lakukan pada batas yang ku buat dengan kalian, Aku rasa, Aku
juga perlu menyuarakan apa yang ada di hatiku padanya. Kalian ingat, kan,
bagaimana kerasanya usahaku untuk melanjutkan hidup dan berusaha agar Adikku
bisa melanjutkan ke Perguruan tinggi? Kalian tahu, kan, Aku akan melakukan apa
saja untuk itu?
Aku sangat
berambisi untuk itu, Aku akan melakukan semua tenagaku untuk itu. Namun Aku
keliru, ternyata tidak semua angan dan impianku itu dapat mudah ku raih, berat,
sangat berat dengan keadaan saat ini. Tapi, Apakah Aku tidak boleh mengatakan
bahwa Aku sedang lelah? Bahwa Aku sudah berusaha semampuku, namun tidak bisa.
Aku meminta maaf padanya karena tidak bisa menepati janjiku untuk memberikan
semua hal itu saat ini.
Bukan itu
saja, Aku meminta padanya, memohon dengan sangat untuk bantuannya. Bukan bantuan
untukku, tetapi untuk Mama. Aku hanya meminta padanya, tolong angkat sedikit
beban yang ada di pundak Perempuan yang Aku sayangi itu. Jujur, Aku lelah. Tidak
ada yang bisa ku gambarkan lagi. Aku sangat lelah saat ini.
Aku tidak berhenti, kalian tahu Aku, kan? Aku hanya butuh istirahat. Namun, dunia sekitarku tidak berpihak padaku, mereka menganggap Aku yang memang tidak ada persiapan apa-apa untuk masa depanku dan orang sekitarku.
Mereka hanya tertuju pada hidup
Adikku yang belum bisa untuk berkuliah, tidak sedikitpun melihat kearahku yang
sedang membutuhkan tempat untuk berteduh.
Rasanya semakin
lengkap rasa ketidakpercayaan diriku akan hidup yang Aku jalani.
Kalian,
adikku, dan dunia di sekitarku terasa begitu asing karena semua tindakanku. Semakin
sulit untuk menyatakan bahwa Aku apa adanya ini, memang sedang terluka karena
keadaan yang tidak Aku inginkan.
Tetapi tidak
bisa dibohongi, Aku akan terus melalui proses penyembuhan ini. Aku masih
membutuhkan energi kebahagiaan dari kalian, Adikku, dan dunia di sekitarku.
Mungkin masih
belum saatnya. Tak apa.
Aku masih
dan akan tetap sayang kalian,
Love,
52Hz



Pemilik hewan yg malas memakai sepatu 🤣. Bukan males, kaga punyaaaaa
ReplyDelete